Suboh, 14 Mei 2025 - SMKN 1 Suboh Situbondo hari ini diliputi suasana haru dan penuh makna dalam kegiatan Tadabbur Puisi dan Mengenang Karya Ekta Febriya Anugerah Riski, sekaligus peresmian Studi Club Literasi & Sastra, sebuah wadah baru bagi pengembangan minat baca, tulis, dan ekspresi seni siswa.
Kegiatan ini dibuka dengan iringan musik balian dan pambuko yang mengalun syahdu, bersamaan dengan pembacaan puisi yang menyentuh hati Oleh Bapak Ahmad Maulidi Marfianto.M.Pd. Suasana semakin menyentuh ketika Ibu Susisana, S.E selaku Plt. Kepala Sekolah, naik ke panggung dan membacakan puisi ciptaannya yang menggambarkan sosok Ekta dengan begitu menyentuh. Dengan mata berkaca-kaca, beliau melafalkan bait-bait yang mencerminkan kelembutan, kesederhanaan, dan kekuatan jiwa seorang Ekta. Banyak hadirin yang tak kuasa menahan air mata, mengenang sosok yang telah memberi warna dalam perjalanan sekolah.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan puisi-puisi karya Ekta oleh guru, siswa, dan alumni yang terpilih sebagai talent. Setiap bait yang dibacakan membawa pendengar menyelami dunia batin seorang remaja yang penuh kerinduan, pencarian makna hidup, dan harapan akan kasih yang utuh. Ruangan pun menjadi hening, seolah memberi ruang bagi kata-kata untuk masuk dan mengendap di hati.
Kegiatan ini juga menjadi lebih istimewa dengan kehadiran dua sastrawan tamu, Mas Galih dan Mas Maha, yang turut membacakan puisi. Mas Galih tampil dengan gaya teatrikal yang membakar semangat, menghadirkan energi dan daya hidup dalam setiap kalimat. Sementara itu, Mas Maha menyuguhkan pembacaan yang lembut namun penuh penghayatan, membuat audiens larut dalam nuansa magis sastra yang dalam.
Tak ketinggalan, penampilan musikalisasi puisi oleh Bu Irna dan tim menjadi salah satu puncak acara yang dinantikan. Dengan iringan musik akustik yang dikolaborasikan dengan lirik puisi pilihan, mereka berhasil menghidupkan puisi dalam bentuk baru yang menyentuh dan memukau. Kehadiran keluarga Ekta dalam kegiatan ini pun menambah kesan mendalam. Dengan wajah penuh haru, mereka menyimak setiap bait puisi yang dibacakan, seakan menjadi jembatan antara kenangan dan keabadian. Ucapan duka dan doa dari seluruh warga sekolah menjadi pelipur lara yang tulus. Lebih dari sekadar mengenang, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa puisi dan karya sastra mampu menjembatani duka menjadi doa, kata menjadi cahaya, dan kehilangan menjadi kekuatan. Peresmian Studi Club Literasi & Sastra menjadi langkah awal untuk menumbuhkan budaya literasi yang hidup dan berjiwa di SMKN 1 Suboh sebuah langkah kecil yang menyimpan kekuatan besar bagi masa depan. Selamat jalan nak, terimakasih atas karya yang luar biasa!